KML_FLASHEMBED_PROCESS_SCRIPT_CALLS
Kamu Seorang Penulis Lepas dan Ingin Memberikan kontribusi disini?
 

Archive for the ‘ Uncategorized ’ Category

masa_kecilMasa kecil, masa-masa indah itu…Inginkah kalian kembali ke masa itu?

Hmm..
Waktu kita SD kita ingin menjadi balita kembali..

Saat kita SMP, rasanya masa SD begitu indahnya…

Saat kita SMA, masa SMP rasanya begitu menggairahkan…

Dan Setelah beranjak di bangku Kuliah, rasanya masa SMA adalah masa terindah…

Hingga akhirnya kita kerja dan merindukan masa-masa kuliah itu…

Dan sampailah kita pada pelaminan itu, dan kini kita merindukan masa-masa bersama bersenda gurau dengan adik/kakak serta orang tua kita dengan begitu lepasnya…

Seandainya bisa, rasanya begitu menarik apabila kita punya alat pemutar waktu dan memutar balik masa dan moment-moment itu, membalikkan kembali putaran sang waktu dan kembali ke masa-masa itu ke setiap moment-moment itu…

Sadarkah kita betapa Tuhan menyuruh kita untuk bersyukur dan niscaya Dia Pasti Akan menambah nikmat…

Syukur sering kali datang terlambat, kita seringkali tak menghargai apa yang kita miliki sekarang , kurang menghargai setiap moment yang kita lalui saat ini, dan akhirnyapun hampir di setiap angan anak manusia pernah terbersi, “seandainya aq bisa kembali ke masa kecil itu” , “seandainya saja ada mesin waktu” ,“seandainya saja aq bisa memutar balik sang waktu, aq ingin kembali ke masa itu”

Mengapa kita tak menghargai setiap moment dan setiap hal yang kita miliki sekarang?
Dan menjalaninya dengan penuh kebanggaan dan menikmatinya sepenuh hati krn kelak, suatu saat nanti kita akan merindukannya?! Sangat merindukannya…sama seperti saat ini, saat kita merindukan masa-masa kecil itu..

-with love-

sad-catUjian pertama untuk kualitas karakter hidup seseorang adalah
saat dia menghadapi kemalangan. (Wayne Cheng)

Jika seseorang merasa paling sial di dunia ini, lihatlah kisah hidup Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sebelum lahir Ayahnya telah tiada, di Arab pra Islam tak punya Ayah adalah kehinaan yang besar (di masa sekarang di beberapa tempat juga masih ada keyakinan seperti itu). Rasulullah tak pernah merasakan betapa hangatnya di bawah pelukan seorang Ayah. Ketika usianya masih kanak-kanak lagi-lagi dia kehilangan orang yang dicintainya: Ibunda Aminah. Kelak, di kemudian hari hidup Rasulullah tak pernah jauh dari kesedihan karena ditinggal mati orang yang dicintainya: Kakek, Paman yang selalu melindunginya, Istri tercinta, seorang anak yang diidam-idamkan, dua putri yang paling disayanginya. Setelah mengetahui hal ini, masih pantaskah kita berkata, “Akulah orang paling sial di dunia ini”?

Sekarang coba kita tanya Psikolog mana saja dengan pertanyaan “Kehilangan macam apa yang membuat seseorang merasa kesedihan yang mendalam?”. Saya jamin, sang Psikolog akan menjawab kehilangan orang yang dicintai.

KEHILANGAN ORANG TUA AKAN ANAKNYA

Dalam salah satu filmnya (maaf, saya lupa judul filmnya) Denzel Washington yang berperan sebagai sang Ayah berjuang mati-matian agar anaknya yang sedang sekarat dapat diselamatkan. Mengenai keadaan anaknya, sang Ayah berkata, “Bukan aku yang seharusnya menguburkan anakku, tetapi anakku lah yang kelak akan menguburkanku”. Sang Ayah yang demi si buah hati rela berbuat apa saja, dalam hal ini Denzel si Ayah sampai-sampai menyandera seisi rumah sakit, dibidik para sniper, dan dicemooh masyarakat. Semuanya itu tak dipedulikannya asalkan si buah hati dapat sembuh.

Tindakan Denzel Washington dalam filmnya itu tentu akan diikuti oleh setiap orang tua. Tindakan yang nekat, konyol, tak masuk diakal. Ya, demi anak orang tua rela meruntuhkan logika. Anak yang selama sembilan bulan dijaga benar, layaknya menjaga intan permata. Bahkan orang tua tak sanggup melihat anaknya yang disunat meringis kesakitan.

14 tahun yang lalu ayah saya kehilangan salah satu anak yang dicintainya. Gadis manis berusia empat tahun, cerdas, lucu, dan pandai menyanyi. Begitu terpukulnya ayah saya hingga dia membentur-benturkan kepalanya ke tembok, merasa bersalah tak dapat menolongnya. sedangkan Ibu saya, selama dua tahun dari sejak kejadian itu berubah menjadi seperti orang lain. Setiap malam menangis sambil mendekap sebuah foto. Inilah bukti bahwa kehilangan anak seperti kehilangan separuh diri.

KEHILANGAN SESEORANG AKAN SAHABAT TERBAIKNYA

Setelah Rasulullah SAW wafat, Bilal dan Saad Bin Abi Waqqash tak sanggup tinggal di Makkah ataupun Madinah yang bagi mereka penuh kenangan Rasulullah. Mereka pergi sambil menyebarkan panji Islam. bahkan sahabat Saad Bin Abi Waqqash berkelana hingga ke negeri Cina. Selain Bilal dan Saad, ada sahabat-sahabat lain yang juga tak sanggup menerima kematian sahabat terbaik mereka, Muhammad.

Sahabat adalah cermin kita. dengannya kita berkaca apa yang nampak buruk di diri kita. Sahabat adalah juga batu loncatan kita yang pertama kali membantu kita bangkit dari keterpurukan. Sahabat yang menanamkan di hati kita prinsip saling menjaga dan memiliki. Mereka ibarat peti harta karun penyimpan rahasia-rahasia kita. Betapa pentingnya keberadaan sahabat.

Lalu bagaimana jika persahabatan tercerabut dari hati kita? Jika itu terjadi, sebagian dari kita mungkin akan menjadi orang yang penuh apriori, pesimis dalam bersikap, dan skeptis kepada siapa saja. Karena itu banyak kasus orang yang kehilangan sahabat cenderung menyendiri, memutuskan komunikasi dari siapapun dan berburuk sangka kepada orang yang berniat baik kepadanya.

JAGALAH PERSAHABATAN SEPERTI PRAJURIT YANG BERJAGA DI MALAM PEPERANGAN

KEHILANGAN SESEORANG AKAN KEKASIH YANG DICINTAINYA

Ketika pasukan NAZI diambang kekalahan, der fuhrer, Adolf Hitler berdiri terpekur diatas reruntuhan dengan bedil pistol mengarah ke kepalanya. Detik-detik sebelum pistol meletus, Hitler mengucapkan sebuah nama yang baginya adalah nama terindah, EVA. menjelang kematiannya bukan kejayaan yang runtuh yang dia ingat, bukan pula jumlah prajuritnya yang tewas ataupun nasib dirinya setelah kekalahan. Tetapi adalah Eva Von Braun yang terngiang diotaknya.

Kisah Hitler diatas adalah bukti betapa kuatnya sinar yang dipancarkan oleh kekasih tercinta, lebih kuat dari sinar gamma dan lebih surya dari pancaran mentari. Belahan jiwa kita yang bersedia sehidup semati, setia mendampingi baik dalam keadaan senang atapun susah, sehat maupun sakit. Sehari saja kita tak bertemu dengannya riak jiwa kita tak beraturan, yang ada hanyalah gundah gulana seperti terkurung dalam kegelapan.

Bagaimana jika Rabb mengambil belahan jiwa kita? Untuk pertanyaan ini saya tak dapat menjawabnya. Mungkin diantara pembaca ada yang dapat menjawabnya. Dan saya turut berempati jika diantara pembaca pernah merasakannya.

Getir kematian adalah ujian pertama seseorang. ada yang gagal menghadapinya ada juga yang sukses gilang gemilang. Beruntunglah kita yang masih diberi kehidupan dengan cinta disekeliling kita. Jadi enyahkan jauh-jauh kalimat, “Akulah orang yang paling sial di dunia ini”, karena kalimat itu tak pantas diucapkan oleh orang yang dianugerahi kehidupan dan cinta

dosti

Tentang Cinta

love5_1024x768Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.

Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.

Jangan pernah bilang “I love you” kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong.

Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya…

Cinta bukan “Ini salah kamu”, tapi “Ma’afkan aku”. Bukan “Kamu dimana sih?”, tapi “Aku disini”. Bukan “Gimana sih kamu?”, tapi “Aku ngerti kok”. Bukan “Coba kamu gak kayak gini”, tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”.

Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.

Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.

Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.

Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.

Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.

Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia tidak “worth it” sekarang, dia tidak akan pernah “worth it” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi…