KML_FLASHEMBED_PROCESS_SCRIPT_CALLS
Kamu Seorang Penulis Lepas dan Ingin Memberikan kontribusi disini?
 

Standar sebuah kebahagiaan..

babyApakah anda sudah merasa hidup anda bahagia saat ini? Atau apakah anda sudah merasa nyaman pada kekurangan dan kelebihan yang anda miliki saat ini?, pertanyaan-pertanyaan itu selalu saja mengeliat didalam fikiran dan hati saya, sampai kadang saya bertanya pada diri saya sendiri tentang  apakah sesungguhnya standarisasi sebuah kebahagiaan manusia itu?.

Kita dilahirkan ke dunia ini hanya untuk bahagia dan berhasil, dan bukan untuk meratapi kehidupan ini, karna kita sesungguhnya adalah manusia-manusia  yang terpilih, yang dipilh langsung oleh Tuhan  untuk bisa hidup di dunia ini. Kehidupan yang kita jalani saat ini adalah sebuah ladang kebahagiaan dan juga sebagai sebuah media untuik kita  dapat belajar menikamati sebuah permasalahan-permasalahan dan ujian-ujian yang indah dari Tuhan.

Jalan  utama dari sebuah kebahagiaan dalah bagaimana cara anda mensyukuri dan ihklas menjalani apa yang telah Tuhan berikan untuk anda, kita bisa melihat orang-orang  disekeliling kita yang memiliki harta yang banyak dan berlimpah namun mereka kurang bisa menikmati dan bahagia pada apa yang sudah mereka miliki, dan ada juga orang-orang yang memiliki harta yang sangant minim namun mereka bisa menikmati dan bahagia terhadap kehidupan mereka sendiri.  Jadi banyak atau sedikitnya harta yang kita miliki tidak menjamin bahwa hidup kita akan bahagia, dan harta yang minimpun tidak menjamin kehidupan kita akan tidak bahagia.

Kebahagian anda berada di telapak tangan anda sendiri, dan bukan berada di telapak tangan orang lain ..dan sesungguhnya standar dari sebuah kebahagian itu adalah terletak pada seberapa bersyukurkah diri  kita menerima semua pemberian yang Tuhan berikan untuk diri kita .Kehidupan ini terlalu singkat untuk kita warnai dengan sebuah penyesalan atau grutuan-grutuan yang tidak ada guna..mulailah bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan, dan setelah itu jelanglah kebahagian kita dengan hati yang ihklas untuk menerima.

Salam bahagia selalu untuk anda.

Satria Utama

sad-catUjian pertama untuk kualitas karakter hidup seseorang adalah
saat dia menghadapi kemalangan. (Wayne Cheng)

Jika seseorang merasa paling sial di dunia ini, lihatlah kisah hidup Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sebelum lahir Ayahnya telah tiada, di Arab pra Islam tak punya Ayah adalah kehinaan yang besar (di masa sekarang di beberapa tempat juga masih ada keyakinan seperti itu). Rasulullah tak pernah merasakan betapa hangatnya di bawah pelukan seorang Ayah. Ketika usianya masih kanak-kanak lagi-lagi dia kehilangan orang yang dicintainya: Ibunda Aminah. Kelak, di kemudian hari hidup Rasulullah tak pernah jauh dari kesedihan karena ditinggal mati orang yang dicintainya: Kakek, Paman yang selalu melindunginya, Istri tercinta, seorang anak yang diidam-idamkan, dua putri yang paling disayanginya. Setelah mengetahui hal ini, masih pantaskah kita berkata, “Akulah orang paling sial di dunia ini”?

Sekarang coba kita tanya Psikolog mana saja dengan pertanyaan “Kehilangan macam apa yang membuat seseorang merasa kesedihan yang mendalam?”. Saya jamin, sang Psikolog akan menjawab kehilangan orang yang dicintai.

KEHILANGAN ORANG TUA AKAN ANAKNYA

Dalam salah satu filmnya (maaf, saya lupa judul filmnya) Denzel Washington yang berperan sebagai sang Ayah berjuang mati-matian agar anaknya yang sedang sekarat dapat diselamatkan. Mengenai keadaan anaknya, sang Ayah berkata, “Bukan aku yang seharusnya menguburkan anakku, tetapi anakku lah yang kelak akan menguburkanku”. Sang Ayah yang demi si buah hati rela berbuat apa saja, dalam hal ini Denzel si Ayah sampai-sampai menyandera seisi rumah sakit, dibidik para sniper, dan dicemooh masyarakat. Semuanya itu tak dipedulikannya asalkan si buah hati dapat sembuh.

Tindakan Denzel Washington dalam filmnya itu tentu akan diikuti oleh setiap orang tua. Tindakan yang nekat, konyol, tak masuk diakal. Ya, demi anak orang tua rela meruntuhkan logika. Anak yang selama sembilan bulan dijaga benar, layaknya menjaga intan permata. Bahkan orang tua tak sanggup melihat anaknya yang disunat meringis kesakitan.

14 tahun yang lalu ayah saya kehilangan salah satu anak yang dicintainya. Gadis manis berusia empat tahun, cerdas, lucu, dan pandai menyanyi. Begitu terpukulnya ayah saya hingga dia membentur-benturkan kepalanya ke tembok, merasa bersalah tak dapat menolongnya. sedangkan Ibu saya, selama dua tahun dari sejak kejadian itu berubah menjadi seperti orang lain. Setiap malam menangis sambil mendekap sebuah foto. Inilah bukti bahwa kehilangan anak seperti kehilangan separuh diri.

KEHILANGAN SESEORANG AKAN SAHABAT TERBAIKNYA

Setelah Rasulullah SAW wafat, Bilal dan Saad Bin Abi Waqqash tak sanggup tinggal di Makkah ataupun Madinah yang bagi mereka penuh kenangan Rasulullah. Mereka pergi sambil menyebarkan panji Islam. bahkan sahabat Saad Bin Abi Waqqash berkelana hingga ke negeri Cina. Selain Bilal dan Saad, ada sahabat-sahabat lain yang juga tak sanggup menerima kematian sahabat terbaik mereka, Muhammad.

Sahabat adalah cermin kita. dengannya kita berkaca apa yang nampak buruk di diri kita. Sahabat adalah juga batu loncatan kita yang pertama kali membantu kita bangkit dari keterpurukan. Sahabat yang menanamkan di hati kita prinsip saling menjaga dan memiliki. Mereka ibarat peti harta karun penyimpan rahasia-rahasia kita. Betapa pentingnya keberadaan sahabat.

Lalu bagaimana jika persahabatan tercerabut dari hati kita? Jika itu terjadi, sebagian dari kita mungkin akan menjadi orang yang penuh apriori, pesimis dalam bersikap, dan skeptis kepada siapa saja. Karena itu banyak kasus orang yang kehilangan sahabat cenderung menyendiri, memutuskan komunikasi dari siapapun dan berburuk sangka kepada orang yang berniat baik kepadanya.

JAGALAH PERSAHABATAN SEPERTI PRAJURIT YANG BERJAGA DI MALAM PEPERANGAN

KEHILANGAN SESEORANG AKAN KEKASIH YANG DICINTAINYA

Ketika pasukan NAZI diambang kekalahan, der fuhrer, Adolf Hitler berdiri terpekur diatas reruntuhan dengan bedil pistol mengarah ke kepalanya. Detik-detik sebelum pistol meletus, Hitler mengucapkan sebuah nama yang baginya adalah nama terindah, EVA. menjelang kematiannya bukan kejayaan yang runtuh yang dia ingat, bukan pula jumlah prajuritnya yang tewas ataupun nasib dirinya setelah kekalahan. Tetapi adalah Eva Von Braun yang terngiang diotaknya.

Kisah Hitler diatas adalah bukti betapa kuatnya sinar yang dipancarkan oleh kekasih tercinta, lebih kuat dari sinar gamma dan lebih surya dari pancaran mentari. Belahan jiwa kita yang bersedia sehidup semati, setia mendampingi baik dalam keadaan senang atapun susah, sehat maupun sakit. Sehari saja kita tak bertemu dengannya riak jiwa kita tak beraturan, yang ada hanyalah gundah gulana seperti terkurung dalam kegelapan.

Bagaimana jika Rabb mengambil belahan jiwa kita? Untuk pertanyaan ini saya tak dapat menjawabnya. Mungkin diantara pembaca ada yang dapat menjawabnya. Dan saya turut berempati jika diantara pembaca pernah merasakannya.

Getir kematian adalah ujian pertama seseorang. ada yang gagal menghadapinya ada juga yang sukses gilang gemilang. Beruntunglah kita yang masih diberi kehidupan dengan cinta disekeliling kita. Jadi enyahkan jauh-jauh kalimat, “Akulah orang yang paling sial di dunia ini”, karena kalimat itu tak pantas diucapkan oleh orang yang dianugerahi kehidupan dan cinta

dosti

Pantang Mati Sebelum Ajal

Fight Till The End,
And
You Will Find A Big Smile in Your End..
- Sin MaximuS

Seringkali saya merasa putus asa, dan merasa kecil di hadapan semua org.. saya melihat begitu banyak orang yg lebih berhasil dan lebih bahagia daripada saya.. Semua usaha yang saya lakukan rasanya masih kurang.. Pada saat saya merasa rapuh dan lemah ini seringkali yg diAtas berbicara kepada saya dengan caranya yang unik. Entah bagaimana ceritanya, saya selalu di tuntun untuk bangkit kembali.. Rasanya saya di berikan perhatian dengan cara yang berbeda selama kita belajar mendengarkan dan membuka pikiran kita.

Hari ini merupakan salah satu hari dimana saya sedang patah semangat. Dan saya sempat merasa saya tidak layak menyebut diri saya orang yang maximum. Tetapi saya teringat dengan kata2 “Seorang yang Maksimal adalah seseorang yang belajar dari keterpurukannya dan bangkit berdiri dengan kedua kakinya kembali“. Saya merasa… Saya akan berusaha.. saya sekarang benar-benar lemah.. rasanya ingin lari dari semua tanggung jawab dan ingin bersembunyi di suatu tempat dimana tidak seorangpun tahu!!

Saya duduk di depan komputer dengan pandangan lesu.. Lalu ditengah keterpurukan dan pelukan sang iblis kesedihan.. Tangan saya dan mata saya membuka2 file2 arsip lama yang saya simpan.. Saya tidak mencari file-file pembangkit semangat karena pelukan mesra sang iblis kesedihan.. Saya melihat dengan terpaksa file pekerjaan lama saya, didalam sana ada riset saya dalam berbisnis online. Tidak ada hubungannya sama sekali dengan pembangkit semangat (yang ada hanya sederetan angka-angka dan tulisan beserta gambar2 yang bisa membuat seseorang semakin terpuruk). Entah bagaimana disana ada salah satu website yang pemiliknya adalah salah satu narasumber riset yang saya dapatkan. Saya baru sadar, kebetulan disana ia mencantumkan alamat websitenya dia.. disana ada sebuah judul yang tiba2 membuat saya tertarik.. Pantang Mati Sebelum Ajal..

Dia mengambil kisah dari seorang presenter Pepeng yang sering muncul di acara jari-jari. Yang ia ambil dari Talkshow Kick Andy..

Dibawah adalah kisahnya.. Kisah yang memilukan hati, tetapi memiliki arti yang dalam..

Read the rest of this entry