cinta sejati????
tak ada cinta sejati dalam kamus cinta
kaena cinta sejati hanyalah ALLAH yang punya dan
salahkah bila kita bilang pacarku adalah cinta sejatiku
karena kekekalan ke sejatian hanyalah ALLAH yang memiliki
renungkan kawan
jangan sesekali kamu cinta melebihi cintamu kepada ALLAH.
Posted by
karmadrama
Aug
25
ditempat yang sama…
aku menyebutnya “Cinta”!
kekuasaanku cuma berhak didalam sini, kewajibanku menjadi sebulir panorama hati yang terpaut atas realitas kekonyolanku sebagai manusia! Saat aku tahu bagaimana cara melihat, akupun tahu untuk mengenalnya… kata indah yang terpatri dari mulut busuk seorang sepertiku! Berhasil! Keyakinan cuma menepi pada setiap hal yang “Kosong”, LUPAKAN SEPI… tepatnya saat aku merasa bosan menari dalam nyata, aku menari dalam kata! Dan “Kata” sebagai janji bisu yang diputar setiap menit otakku mengingat tentang semua pilu serta sedih karna aku terlanjur merasa Punya Cinta! Entah mengapa “Cinta” selalu aku dahulukan dibanding segala sesuatu yang ternyata lebih penting… aku rela menghina, aku rela meludahi senyum manis dari mereka yang lama menantiku untuk menerima cintanya! Sementara yang harus mereka terima dariku itu bukan cinta… tapi terlanjur menjadi Luka! Suka terluka dengan apa yang aku inginkan diantara kepingan salah dan dermaga nista kembali menuju jalan yang sesaat terpikir hanyalah penyesalan! Nafsu semata… saat aku tahu aku memuja Cinta lebih dari 100 kali dali sehari! Tidak ada Cinta di agamaku, di ayatku… tapi lembaran yang tak pernah tertulis lebih dari 1000 adalah tentang “Kesendirian”!
Ada banyak hal-hal yang orang inginkan dalam kehidupan ini, salah satunya adalah kebahagiaan. Setiap orang selalu ingin mencapai hal ini tapi mengapa banyak orang selalu menunda kebahagiaan, bahkan hingga meninggal pun banyak orang yang belum merasakan kebahagiaan dan rasa syukur apa yang sudah didapat karena terlalu banyak keinginan. Jika kita bertanya kepada seseorang apa yang membuat kamu bahagia? Maka jawabannya akan bermacam-macam mulai dari jika aku mempunyai keluarga/menikah maka aku akan bahagia, ada juga yang menjawab jika aku sudah kaya raya maka akan bahagia, dan ada pula yang menjawab jika sudah mempunyai rumah dan mobil maka akan bahagia.
Tapi apakah benar jika semuanya sudah terpenuhi maka akan membuat orang itu bahagia atau akan menambah penderitaan? Pernahkah kita berpikir bahwa semakin banyak yang kita miliki maka rasa takut kita akan kehilangan akan semakin besar. Bagaimana bisa anda bahagia dengan keadaan seperti itu?
Sebagai contoh jika anda mempunyai mobil baru, lalu mobil tersebut hilang dicuri atau terbakar, apa yang terjadi dengan perasaan anda saat itu mungkin akan sangat menyakitkan dan hancur. Anda sudah mengumpulkan uang dengan susah payah untuk membeli mobil tersebut kini mobil tersebut hilang maka akan sangat menyakitkan. Anda marah-marah dan berteriak pun mobil tersebut tidak ada didalam bagasi rumah anda. Yang jadi pertanyaan apakah anda bisa bahagia biarpun tidak memiliki mobil tersebut? Jawabannya adalah bisa.
Lalu apakah mobil itu membawa kebahagiaan atau anda akan bertambah stress karena mobil itu tidak sengaja ditabrak orang atau lecet? Ya anda sendiri yang dapat menjawabnya.
Anda lah yang harus mengontrol perasaan anda sendiri, bukan orang lain, bukan benda atau apapun.
Kebahagiaan tidak perlu dikejar dan tidak pula harus ditunda, anda dapat merasakan bahagia detik ini juga saat ini juga dengan selalu merasa puas terhadap apapun yang sudah anda miliki dan selalu merasa bahagia dengan apapun yang terjadi inilah salah satu ciri pemikiran postif. Semoga anda dapat bisa merasakan kebahagiaan setiap detiknya.